Rabu, 30 Mei 2012
Pengiriman Bibit PSJK 922 dan VMC 76-16 Ke Pabrik Gula Bone, Camming, dan Takalar
Sesuai memo Bidang Budidaya kepada Bidang Penelitian Kantor Direksi PTPN X (Persero), Penelitian Gula Jengkol ditugaskan untuk mengirimkan bibit bud set PSJK 922 dan VMC 76-16 ke pabrik gula Bone, Camming, dan Takalar, untuk memenuhi kebutuhan bibit KBI 2013/2014. Pengiriman bibit varietas unggul baru (VUB) rilis kerjasama Penelitian Gula Jengkol dengan P3GI Pasuruan tersebut merupakan satu upaya untuk mendukung percepatan ketiga pabrik tersebut. Pengiriman bibit dilakukan melalui kapal laut menggunakan jasa ekspedisi darat pada tanggal 19 Maret, 12 dan 19 April serta pengiriman terakhir dilakukan pada 27 April 2012. Nanik S., penanggung jawab langsung di lapangan untuk pengiriman bibit mengatakan ada sedikit kendala cuaca yang mengganggu jadwal keberangkatan kapal laut, sehingga pengiriman pertama sempat tertunda, namun secara keseluruhan pengiriman bibit dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Gambar 1. Alat pemotong bibit bud set.
Persiapan yang dilakukan untuk pengiriman bibit bud set meliputi penyiapan alat pemotong, tenaga kerja, dan kotak penyimpanan bibit. Biaya bibit bud set mulai persiapandan pemotongan bibit sampai muat di atas truk adalah Rp. 191,- per mata/bud set. Rincian bibit yang telah dikirim antara lain : PG Bone 210 kotak (168.000 bud set) PSJK 922 dan 110 kotak (88.000 bud set) VMC 76-16, PG Camming 220 kotak (176.000 bud set) PSJK 922, serta PG Takalar 110 kotak (88.000 bud set) PSJK 922 dan 110 kotak (88.000 bud set) VMC 76-16. Jumlah keseluruhan bibit yang dikirim sebanyak kurang lebih 45,6 ton bibit bud set untuk kebutuhan sekitar 24 hektar tanam. (sandi-JSR)
Gambar 2. Suasana ketika para pekerja memotong bibit bud set.
Gambar 3. Bibit yang sudah dipacking siap untuk dikirim.
Peneliti BPTP Jawa Tengah Magang Pembibitan Tebu dengan Metode Bud Chips
Dua orang peneliti dan seorang teknisi dari Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, yaitu Drs. Seno Basuki (Peneliti Muda), Arif Susila, S.P. (Calon Peneliti), dan Gunawan Sejati (Teknisi Litkayasa Pelaksaa Lanjutan) melakukan magang pembibitan tebu metode bud chips di Penelitian Gula Jengkol PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) pada tanggal 2-3 Mei lalu. Kegiatan magang ini sebagai tindak lanjut studi banding yang dilakukan oleh Kepala BPTP Jawa Tengah bersama peneliti Balittas Malang pertengahan April lalu. Magang yang dilakukan selama 2 hari ini dimaksudkan untuk mempelajari dan praktek langsung pembibitan tebu metode bud chips. Para peneliti dan teknisi melakukan praktek pembibitan mulai dari pengambilan bud chips (mata bibit), perawatan bibit dengan Hot Water Treatment dan zat perangsang tumbuh, sterilisasi media tanam, penyemaian bibit, pemindahan bud chips ke dalam tray, sampai melihat langsung penanaman dan pertumbuhan bibit di kebun di bawah bimbingan Nanik Setyaningsih (Kasie Budidaya Penelitian Gula Jengkol). Selain menugaskan peneliti dan teknisinya untuk magang, BPTP Jawa tengah juga memesan seperangkat alat untuk pembibitan bud chips seperti alat bor bud chips dan Hot Water Treatment dari Penelitian Gula Jengkol. (sandi-JSR)
Gambar 1. Peneliti dan teknisi BPTP Jawa Tengah praktek menanam bud chips di lahan
penyemaian (bedengan).
Senin, 23 April 2012
Kunjungan Peneliti Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang ke Penelitian Gula Jengkol PTPN X
Pada hari Rabu, tanggal 11 April 2012, para peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Malang beserta perwakilan peneliti dan Kepala BPTP Jawa Tengah berkunjung ke Penelitian Gula PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) di Jengkol, Kediri untuk melakukan studi banding. Rombongan yang berjumlah sekitar 45 orang tersebut langsung diterima oleh Kepala Penelitian Gula PTPN X, Ir. Budiarto, MMA beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Ir. Mastur, M.Si., Ph.D., mengatakan tujuan kunjungan dan studi banding tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para peneliti Balittas mengenai budidaya tebu, karena sejak awal tahun 2012, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 63/Permentan/OT.140/10/2011 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Balittas mendapat tambahan mandat untuk melaksanakan penelitian mengenai komoditas tanaman pemanis meliputi tebu, stevia, dan bit, selain komoditas tanaman serat, tembakau, dan minyak industri. Dengan dilakukannya studi banding ini diharapkan para peneliti mendapatkan informasi dan pengetahuan selengkap-lengkapnya untuk pengembangan tanaman tebu.
Selain itu, Prof. Dr. Subiyakto, penanggung jawab program penelitian tebu di Balittas, mengharapkan setelah kunjungan ini ke depannya ada sinergitas antara kegiatan penelitian di Balittas dengan kegiatan Penelitian Gula PTPN X yang arahnya, semua kegiatan penelitian dapat diterapkan di lahan produksi PTPN X. Oleh karena itu, kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Balittas dan PTPN X dalam rangka kerjasama penelitian dan pengembangan tebu serta pemanfaatan lahan PTPN X untuk kegiatan penelitian bersama.
Pada kunjungan tersebut, para peneliti dari Balittas dan BPTP Jawa Tengah melihat dan mempelajari langsung kegiatan di laboratorium dan lapangan meliputi pembibitan tebu menggunakan bud chips, perbanyakan tebu melalui kultur jaringan dan bagal mikro, pembuatan bioaktivator Bio N10 dan kompos, perbanyakan parasitoid telur Trichogramma japonicum dan Trichograamma chilonis dan parasitoid larva pupa (lalat Jatiroto), serta persilangan tebu.Kamis, 16 Februari 2012
Selasa, 31 Januari 2012
Workshop Pembibitan dan Penanaman Tebu Dengan Metode Bud Chips
Rabu, 29 Juni 2011
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN KOMPOS
Langganan:
Entri (Atom)






Surabaya Time